Apakah Aku Mengenal Allah Yang Benar ?

By June 6, 2016Renungan

a

Apakah Allah yang kukenal sekarang adalah Allah yang benar? Dapatkah manusia mengenal Allah ? bagaimana caranya ? dimanakah dapat kutemukan pengetahuan tentang Allah ? siapakah yang bisa mengajarku mengenal Allah ? dan masih banyak lagi kalimat pertanyaan diseputar keinginan untuk mengenal Allah yang ada dibenak manusia.

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini timbul karena manusia menyadari adanya kuasa-kuasa lain yang lebih besar dari dirinya. Pribadi yang memiliki kuasa yang tertinggi diantara kuasa-kuasa inilah manusia menamakannya Tuhan atau Allah.

Walaupun ada juga manusia yang tidak mengakui adanya Allah, tetapi mereka tetap mengakui akan keberadaan sesuatu berasal dari sesuatu. Sehingga sebenarnya jikalau diteliti kebelakang maka pasti ada sesuatu sebelum segala sesuatu ada. Jadi ada Allah atau tidak ada Allah itu hanyalah istilah manusia namun pada hakekatnya pasti ada asal dari sesuatu yang ada. Dan pribadi yang menjadi asal dari segala sesuatu inilah yang biasanya dikenal sebagai Allah.

Lalu bagaimana manusia mengetahui dan mengenal pribadi yang disebut Allah ini ?

Tidak ada satu ciptaanpun dalam ciptaan ini yang sudah memiliki pengetahuan akan Allah sebelum ia ada. Pengetahuan dan pemahaman akan Allah ini pada umumnya didapat manusia dari hasil pengamatan dan interaksinya terhadap keadaan dan lingkungan disekitarnya atau melalui perkataan dan pengajaran orang lain. Dengan kata lain bahwa pengetahuan akan Allah ini merupakan hasil pengamatan, hasil analisa dari manusia yang diberitahukan pada manusia lainnya.

Tidaklah heran begitu banyak timbul ajaran tentang Allah baik yang legal yang kita sebut agama maupun yang illegal yang kita sebut kepercayaan atau apapun sebutannya.

Tetapi jikalau kita renungkan lebih dalam lagi, maka kita akan melihat bahwa pengetahuan manusia akan Allah seperti yang dikatakan diatas sebenarnya merupakan hal yang menggelikan, karena pengetahuan itu tidak datang Allah sendiri tetapi dari kata orang.
Orang pertama berkata kepada orang kedua “saya kenal Allah” maka orang kedua percaya dan mengenal Allah menurut orang pertama. Orang kedua berbicara kepada seribu orang berikutnya “saya kenal Allah” maka seribu orang berikutnya belajar Allah dari orang kedua. Seribu orang ini mengajar jutaan orang lainnya dan mereka percaya Allah dari seribu orang sebelumnya, dst.

download (1)Kita bisa lihat bahwa manusialah yang menciptakan Allah yang mereka “kenal”. Sama halnya dengan bangsa Israel yang menantikan Musa turun dari gunung ketika ia menerima 10 perintah Allah, namun karena Musa tidak juga terlihat batang hidungnya, maka bangsa itu kemudian meminta Harun untuk MEMBUAT Allah bagi mereka. Harun akhirnya membuat Lembu tuangan yang  kemudian disembah oleh bangsa itu dan mereka menyebut lembu itu sebagai “YHWH”

Jadi jikalau kita mengenal Allah dari kata orang maka itu berasal dari imajinasi manusia belaka sebagaimana kita juga menerimanya dan mengenalnya dengan imajinasi kita.

Maka tidaklah mengherankan jikalau kita jumpai banyak orang kristen walaupun satu agama, tetapi pemahaman akan Allah mereka berbeda-beda, walupun satu denominasi tapi pemahaman akan Tuhan berbeda-beda, walaupun satu gereja namun pemahaman akan Roh Kudus tidak sama.

Herannya…. ada satu pribadi yang begitu datang kedalam dunia ini, ia sudah memiliki pengetahuan akan Allah. Dia bukan hanya menceritakan pengenalannya akan Allah, dia juga membuktikan bahwa keberadaannya dikenal oleh Allah. Lebih dahsyat lagi dia berkata bahwa dia dengan Allah adalah satu.

Tidak ada satu mahkluk manapun dalam ciptaan ini bahkan termasuk malaikat yang bisa dengan gamblang menyatakan pengenalannya akan Allah sebagaimana di katakan oleh pribadi ini. Ia tidak hanya menyatakan Allah, ia bahkan menyatakan bahwa ialah kebenaran itu, ialah hidup, ialah jalan tidk ada seorangpu yang bisa smpai kepada kepada Allah tkalau tidak melalui dia.

Kumpulkan semua buku dalam ciptaan ini, kumpulkan semua pemikiran dalam dunia ini, dan anda akan menemukan bahwa tidak ada satu mahkluk pun yang bisa menyatakan dirinya serta membuktikan dirinya sama atau bahkan lebih dri pribadi ini yng menytakan bahwa ia satu dengan Allah.

Pribadi ini sangat mencengangkan. Perkataannya bahkan terdengar berbeda dan asing bagi manusia. Dia tidak berkata dan mengajarkan tentang agama-agama dunia bahkan dia bukanlah pendiri dan pengajar agama kristen, dia tidak menyebarkan kepercayaan-kepercayaan, dia bukan penganut animisme ataupun atheis. Dia independent, dia hanya berbicara akan apa yang diketahuinya, dia hanya melakukan sesuatu menurut apa yang dilihatnya. Dan dari apa yang di katakannya serta yang diperbuatnya, setitikpun hal-hal tersebut tidak didapatnya atau berasal dari manusia.

Walaupun ia memiliki tubuh dan daging yang sama dengan manusia, tetapi konsep serta kehidupannya sangat berlainan dengan manusia. Beberapa orang berfikir bahwa ia harus dicerca, harus diludahi, harus dibinasakan, ia harus dianggap bukan manusia. Karena ia tidak sama dengan manusia dalam memahami Allah.Itulah sebabnya menurut mereka yang sezaman dengannya, yang mengmati gerakan dan pengajarannya, ia harus dimatikan, ia harus disalibkan, karena ia hidup tidak sesuai dengan konsep manusia akan Allah. Karena ia terlalu berani menyatakan dirinya satu degan Allah. Bahkan ia terlalu melangkah jauh dengan melakukan pengampunan dosa yang hanya bisa dilakukan Allah saja. Ia menempatkan dirinya sejajar dengan Allah.

Tetapi bagaimana ia bisa memiliki pengetahuan akan Allah bahkan sebelum ia datang kedalam didunia ini?. Bagaimanakah ia bisa berkata bahwa ia sudah ada bahkan sebelum Abraham (dari Abraham ini lahir tiga agama besar ; Yudaisme, Kristen dan Islam) lahir ?

Mari kita ikuti dialog berikut ini.
pharisees5Setelah Yesus membebaskan perempuan yang kedapatan berzinah, dari ahli taurat,….

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.

Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”

Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”

Jawab Yesus: “Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:21-58

 

sItulah dialog yang terjadi antara pribadi yang mencengangkan ini yang bernama Yesus dengan orang-orang yang ada disekitarnya.
Sama seperti yang diperlihat dalam dialog diatas, bahwa walaupun orang-orang itu menyembah Allah, tetapi mereka tidak mengenal Allah yang benar.

Betapa sia-sianya segala ibadah yang dilakukan, betapa mubasirnya segala persembahan yang diberikan, dan betapa malangnya hidup mereka karena tidak pernah bertemu dengan Allah yang benar….

Adakah kita juga mengenal Allah sebagaimana Yesus mengenal-NYA ?

~ JK ~