Kebangkitan Tubuh atau Kebangkitan tahun 70 AD? Himeneus?

By August 14, 2017Eskatology

Dalam banyak kesempatan, ketika para rasul mengkhotbahkan salib, mereka tidak hanya menceritakan kisah penyaliban. Mereka mengkhotbahkan realitas kematian orang percaya dengan Kristus, penghakiman terhadap semua manusia keturunan Adam dan ciptaannya, penguburan kita dengan Dia, Penyingkiran; baik manusia pertama, perjanjian pertama, maupun ciptaan pertama.

Salib kemudian menjadi Kenyataan kekal dan kenyataan saat ini, dimana kematian itu, kematian Kristus, sekarang bekerja di dalam kita.

Demikian pula dengan Kebangkitan. Kebangkitan tidak pernah diproklamirkan sebagai sebuah event. Kebangkitan bukanlah sesuatu yang hanya para rasul ceritakan. Justru sebaliknya, Kebangkitan adalah Pribadi KRISTUS yang keluar dari antara orang mati.

Jadi kebangkitan adalah kehidupan yang keluar dari kematian. Kebangkitan adalah Kristus yang menjadi kehidupan kita. Kebangkitan adalah hidup Kristus yang ada di dalam kita.

Dan ada banyak hal yang bisa kita katakan tentang itu, karena kita tahu bahwa Kebangkitan adalah penggenapan dari semua yang dijanjikan Allah kepada Israel Perjanjian Lama.

Tapi sayangnya, ketika Kebangkitan datang, banyak orang tidak memahami Realitas dan Natur dari kehidupan Kebangkitan ini. Mereka mencari sesuatu melalui event-event di dalam di dunia dan gagal melihat substansi dari Kebangkitan adalah Roh dan kebenaran. Mereka mencari seorang Mesias yang akan memperbaiki hidup mereka, tapi tidak menjadi kehidupan mereka. Mereka mencari Kebangkitan menurut dunia dan sampai mereka mati Kebangkitan tidak pernah menjadi kenyataan bagi mereka.

Begitu banyak orang percaya tidak memiliki pemahaman yang nyata tentang apa sebenarnya Kebangkitan itu. Sehingga, mereka tidak benar-benar mengerti apa Kehidupan itu.

Ada yang membatasi kebangkitan itu terjadi pada tahun 70 AD, di dalam event dunia ini, seiring dengan hancurnya Bait Allah dan ada pula yang menawarkan kebangkitan itu sebagai Kebangkitan Daging, sebagaimana yang di deklarasikan melalui Pengakuan Iman Rasuli, serta menjadi harapan sebagian besar orang beragama Kristen.

Mereka gagal melihat bahwa substansi Kebangkitan itu adalah Pribadi Kristus dan bukan event-event dalam dunia ini dan juga tidak ditentukan oleh bangkitnya mayat-mayat yang sudah dikuburkan.

Dengan mudah kita bisa mendapati bahwa istilah Kebangkitan Daging ataupun Kebangkitan Tubuh tidak pernah ada dalam tulisan-tulisan orang kudus di dalam Alkitab. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa Kebangkitan daging tidak pernah menjadi ekspresi pikiran para Nabi maupun para Rasul, serta juga tidak pernah menjadi kesaksian Injil di dalam pemberitaan Rancangan Allah, tetapi merupakan kesimpulan yang manusia asumsikan.

Dan segala usaha untuk menjadikan kebangkitan daging sebagai pengakuan iman Kristen hanyalah merupakan usaha untuk mempertahankan natur Adam yang sudah disingkirkan Allah.

Di sisi lain, dengan menyatakan tahun 70 AD sebagai “tahun Kebangkitan”, merupakan usaha manusia membatasi hal-hal yang kekal kepada manifestasinya di dalam dunia ini. Hal itu memperlihatkan bahwa apa yang mereka sebut Roh itu justru adalah hal-hal yang dinilai menurut perjalanan sejarah belaka.

Pertentangan rasul Paulus terhadap ajaran Himeneus, menjadi ajang adu kehebatan pengetahuan antara penganut Kebangkitan 70 AD dengan mereka yang mengharapkan mayatnya dihidupkan kembali.

Mereka mengajarkan bahwa perkataan rasul Paulus dalam ayat 2 Tim 2:18 itu mengindikasikan bahwa pada saat itu kebangkitan BELUM terjadi, karena rasul Paulus masih menantikan kebangkitan daging, dan ada juga yang mengatakan karena surat kepada Timotius di tulis sekitar tahun 60an, maka tentu saja kebangkitan belum terjadi karena rasul Paulus masih menantikan kebangkitan yang akan terjadi tahun 70.

Apakah hal tersebut betul?, Mari kita lihat :

Kalau kita telusuri dalam 2 Tim 2 ini, TIDAK ada kata Kebangkitan Tubuh maupun hal-hal yang mengarah kepada Kebangkitan pada tahun 70 AD. Konteks 2 Tim 2 ini merupakan wejangan rasul Paulus kepada Timotius supaya:

2 Tim2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Rasul Paulus juga menyinggung bahwa ia memberitakan mengenai Kebangkitan Yesus Kristus.

2 Tim 2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Lalu ia menasehatkan Timotius untuk

2 Tim 2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

Kata “telah berlangsung” pada ayat 18 ini diterjemahkan menjadi PAST ALREADY (bentuk lampau) oleh KJV

2 Tim 2:18 Who concerning the truth have erred, saying that the resurrection is past already; and overthrow the faith of some.

Dan oleh LAI dalam Terjemahan Lama (ITL) : diterjemahkan menjadi SUDAH LALU

2 Tim 2:18 yang sudah tersesat daripada hal yang benar itu, serta mengatakan bahwa kebangkitan itu sudah lalu, maka ada beberapa orang yang terbalik imannya.

Hingga terlihat jelas bahwa Himeneus mengajarkan Kebangkitan SUDAH BERLALU (PAST ALREADY), dan rasul Paulus mengatakan bahwa hal itu merusak iman.

Apakah dengan demikian itu berarti rasul Paulus mengatakan bahwa Kebangkitan BELUM TERJADI karena saat itu belum ada mayat-mayat yang bangkit maupun kuburan-kuburan yang terbuka ? serta belum tahun 70?

Dari 2 Tim 2 ini kita bisa melihat bahwa walaupun rasul Paulus menentang ajaran Himeneus yang mengatakan bahwa Kebangkitan sudah berlalu, namun rasul Paulus tidak mengatakan (dan juga tidak bermaksud) mengatakan bahwa kebangkitan BELUM berlangsung.

Karena jelas dari surat-suratnya kepada jemaat-jemaat, rasul Paulus menyatakan bahwa orang percaya SUDAH dibangkitkan. Dengan kata lain, bagi rasul Paulus pun, kebangkitan sudah berlangsung. Dan ia mengaitkan kebangkitan itu dengan kehidupan yang baru di dalam Kristus yang telah diberikan kepada orang percaya. Itu pula yang ia inginkan diberitakan oleh Timotius, serta mempercayakannya kepada orang yang dapat dipercayai.
Perhatikan ayat-ayat berikut ini yang di tulisnya SEBELUM tahun 70AD.

Kol 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu TURUT dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang TELAH membangkitkan Dia dari orang mati.
13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, TELAH dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita

Kol 3:1 Karena itu, kalau kamu DIBANGKITKAN bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3 Sebab kamu TELAH mati dan HIDUPMU tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Efe 2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 TELAH menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia TELAH membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Jikalau rasul Paulus mengajarkan jemaat-jemaat bahwa akan ada Kebangkitan Tubuh, dimana kuburan-kuburan akan terbuka dan mayat-mayat orang percaya akan bangkit, apakah orang-orang percaya dimasa itu akan mudah disesatkan oleh Himeneus yang berkata bahwa kebangkitan SUDAH BERLALU?

Bukankah mereka juga akan dengan mudah mengatakan kepada Himeneus… “Hei Himeneus, buka matamu… pandang sekelilingmu.. bukankah kuburan-kuburan belum terbuka? Kami juga tidak melihat orang saleh yang minggu lalu dibunuh Nero, bangkit kembali?”

Jikalau ada orang yang datang kepada anda yang percaya Kebangkitan Tubuh dan tidak mudah untuk meyakinkan anda bahwa Kebangkitan Daging SUDAH BERLALU, hanya karena anda melihat belum ada kuburan yang terbuka, apakah hal itu berbeda dengan mereka yang hidup 2000 tahun yang lalu?

Mungkinkah mereka dengan mudah disesatkan Himeneus? Apakah kita yang sekarang lebih pintar menganalisa kuburan yang terbuka?

Jawabannya tentu saja : TIDAK.. karena, jikalau kita tidak mudah disesatkan karena dengan mudah kita bisa melihat kuburan-kuburan belum terbuka, maka begitu juga halnya dengan mereka… terlebih lagi, mereka juga memiliki rasul-rasul yang masih hidup dimasa itu yang memberitakan hal yang sebenarnya akan kebangkitan.

Sedangkan bagi mereka yang menyatakan bahwa rasul Paulus mengajarkan kebangkitan terjadi tahun 70, ada baiknya melihat kembali tulisan-tulisan rasul Paulus kepada jemaat yang jelas-jelas mengatakan bahwa mereka SUDAH dibangkitkan bersama Kristus 30 tahun sebelum surat kepada Timotius ditulis.

Dari tulisan2nya kepada jemaat terlihat Jelas bahwa bagi rasul Paulus, Kebangkitan itu adalah Kristus, dan karena Kristus sudah dibangkitkan, maka orang percayapun mendapatkan bagian dalam Kebangkitan Kristus itu. Mereka yang sudah dibangkitkan itu walaupun berada di dalam tubuh jasmani, tetapi telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

Sekali lagi, bagi rasul Paulus kebangkitan itu bukanlah kebangkitan daging, melainkan Kristus, dan itulah injil yang diberitakannya. Kebangkitan itupun SUDAH terjadi melalui Kebangkitan Yesus tanpa harus menantikan tahun 70 dan SEDANG berlangsung disaat itu hingga sekarang sebab kebangkitan merupakan realita kehidupan orang percaya.

Kalau rasul Paulus mengajarkan Kebangkitan sudah terjadi, lalu mengapa ia juga menentang Himeneus yang mengajarkan kebangkitan sudah berlalu. Saya percaya pembaca dapat membedakan perkataan “sudah berlangsung dan tetap berlangsung” yang merupakan pemberitaan kebangkitan rasul Paulus, dengan perkataan “sudah berlalu” (past already) yang diberitakan Himeneus.

Hal ini sama seperti keselamatan, yang sering dikatakan rasul Paulus, sudah dimiliki orang percaya ketika mereka percaya. Namun di sisi lain, rasul Paulus juga menekankan agar orang percaya mengerjakan keselamatannya. Tentu saja ia tidak maksudkan bahwa mereka belum memiliki keselamatan. Tetapi, keselamatan sudah mereka milik serta berlangsung terus sebagai kehidupan mereka.

Lalu bagaimana dengan Tuhan Yesus? Apakah yang dikatakannya tentang Kebangkitan?

Jelas Yesus tidak menaruh kebangkitan itu pada sebuah event sejarah (event tahun 70) ataupun kepada suatu jenis tubuh yang akan bangkit di akhir zaman (kebangkitan tubuh), akan tetapi YESUS mengarahkan Kebangkitan itu langsung kepada Pribadi-Nya sendiri. Dan setiap orang yang menerima DIA, menerima kebangkitan dari antara orang mati; sebab sesungguhnya mereka sudah dipindahkan dari kematian kepada hidup yang kekal.

Dan semua itu sudah berlangsung sejak kebangkitan Yesus, dan tetap berlangsung sepanjang zaman baru ini bagi orang2 yang menerima Dia dan tinggal di dalam Kristus.

Yoh 11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup;barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.Percayakah engkau akan hal ini?”

Tuhan Berkati – Kebenaran Yang Memerdekakan

If further discussion is needed please send message to Admin

kalau diperlukan diskusi, silahkan email ke Admin