All Posts By

admin

Yesus SUDAH Datang? atau Haruskah Kita Menunggu-Nya Turun?

By | Eskatology | No Comments

Sudah Dekat. 

Di dalam alkitab, ketika seseorang berkata “Kerajaan Allah sudah dekat”, ia tidak bermaksud menyatakan bahwa kerajaan Allah akan datang dalam kurun waktu yang masih lama dari sejak pemberitaan itu, tetapi ia ingin menekankan bahwa kerajaan Allah akan hadir dalam waktu sebentar lagi.  Itulah sebabnya pemberitaan tersebut diikuti dengan himbauan untuk bersiap-siap menyambut kedatangannya.

Demikian halnya pada 2000 tahun yang lalu ketik Yohanes Pembaptis menyuarakan kabar baik tentang kedatangan Kerajaan Allah sudah dekat (Matius 3:1-2). Mengapa disebut sebagai Kabar Baik? Karena ini merupakan pengharapan yang tengah ditunggu-tunggu oleh bangsa Israel dan yang telah lama diberitakan oleh para nabi-nabi Allah di sepanjang perjalanan perjanjian lama.

Mendengar pengharapan Israel akan segera terjadi, banyak orang berbondong-bondong datang kepada Yohanes untuk dibaptis agar mereka bisa ikut menerima Kerajaan Allah dan dijauhkan dari murka Allah atas musuh-musuh-Nya, yang datang bersamaan dengan hadirnya kerajaan tersebut.

Pada masa itu, tidak satupun dari mereka yang datang kepada Yohanes ini memiliki pemahaman bahwa Kerajaan Allah akan datang pada waktu yang masih lama di masa yang akan datang. Karena mereka mengetahui bahwa inilah berita yang disampaikan oleh suara orang yang berseru-seru di padang gurun sebagaimana yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 40:3).

Berita yang sama juga disampaikan oleh murid-murid Yesus, dan bahkan semakin menjadi pasti ketika Yesus sendiri ikut pula menyatakannya.


Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” – Matius  4:17

Jikalau 2000 tahun yang lalu diberitakan bahwa kedatangan Kerajaan Sorga sudah dekat, mungkinkah dalam kurun waktu 2000 tahun kemudian, hal tersebut masih juga belum terjadi? Apakah perkataan “sudah dekat” bermakna “masih jauh” dan bahkan lebih dari 2000 tahun? Tentu saja tidak! Sebab kata “sudah dekat” mempunyai arti SUDAH DEKAT atau SEBENTAR LAGI.

Oleh karenanya, sangatlah mengherankan kalau sampai saat ini di masa 2000 tahun setelah pemberitaan Yohanes pembaptis ini masih banyak pengkhotbah yang mengatakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, atau bahkan masih didengungkannya doa yang berisi “datanglah Kerajaan-Mu”.  Seakan-akan mereka ingin mengatakan bahwa “sudah dekat” yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis, murid-murid Yesus, maupun Yesus sendiri pada 2000 tahun yang lalu, belum terjadi sampai dengan masa sekarang ini.

Mungkinkah Yesus yang adalah Tuhan berkata “sudah dekat” tetapi ternyata untuk masa waktu lebih dari 2000 tahun? Dan bahkan tidak tahu sampai kapan?

Coba perhatikan apa yang dikatakan Allah dalam


Ulangan 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu HARUS MATI.

21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? –

22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”


Lalu apakah dampaknya kalau YESUS sendiri mengatakan “sudah dekat” namun tidak terjadi pada waktu yang dekat di masa itu? Menurut saya, Ia tidak layak mendapat predikat sebagai Tuhan.  Tentu dengan pasti kita bisa mengatakan bahwa ada suatu kekeliruan atau suatu kesalahan dalam pengertian tersebut karena tidak mungkin perkataan Tuhan YESUS salah.

Dalam membaca alkitab, kita harus jeli melihat setiap perkataan para nabi maupun perkataan Yesus, karena apa yang mereka katakan PASTI terjadi. Setiap perkataan Firman adalah YA dan AMIN.  Jika kita melihat tidak terjadi, maka sudah pasti bukan perkataan para nabi atau perkataan Yesus yang salah tetapi kesalahan itu ada pada diri kita yang salah memahaminya atau kita yang tidak melihatnya.

Di dalam Alkitab juga dikatakan bahwa kita tidak boleh menambah atau mengurangi nubuatan yang sudah Allah katakan. Namun mengatakan “SUDAH DEKAT” sebagai “Masih Lama” atau yang sama dengan itu, bukan hanya mengurangi atau menambah nubuatan yang Allah katakan, tetapi MERUBAH apa yang sudah Allah katakan dari “SUDAH DEKAT” menjadi “Masih Lama”

Orang-orang yang masih menunggu kedatangan Kerajaan Allah, walaupun mereka mengakui Yesus adalah Tuhan.  Namun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh percaya akan Firman-Nya. Karena kalau mereka percaya Firman Allah, maka mereka tidak mungkin mau MERUBAH perkataan Yesus “sudah dekat” menjadi “masih lama”, karena sebagai orang percaya, yang mereka akan lakukan adalah memahami apa yang Yesus maksudkan dengan “SUDAH DEKAT”.

Yesus berkata kepada orang Israel, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari mereka dan diberikan kepada suatu bangsa.


Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu – Matius 21:43


Dan hal ini telah terjadi melalui kehadiran Roh Kudus sejak 2000 tahun yang lalu, dimana Ia menyatukan semua orang percaya di dalam Kristus dan menjadikan mereka sebagai sebuah Kerajaan


dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin – Wahyu 1:6


Orang-orang kudus milik kepunyaan Allah yang sering disebut sebagai Tubuh Kristus, itulah Kerajaan Allah yang hadir ke dalam dunia tidak lama setelah Kematian Yesus di kayu salib.

Ya, Kerajaan Allah SUDAH datang, sudah hadir di dalam dunia, namun jikalau kita tidak melihatnya, maka kita akan tetap mengatakan “datanglah kerajaan-Mu”.

Sungguh sangat Ironis. Orang-orang percaya adalah kerajaan Allah, namun banyak orang percaya yang tidak melihat hal tersebut dan masih menantikannya.

Demikian pula halnya dengan berita tentang Kedatangan Yesus.

Dengan gamblang Yesus memberikan indikator-indikator kedatangan-Nya kepada murid-murid-Nya, ketika mereka menanyakan apakah tanda kedatangan-Nya.

Pada suatu saat, ketika murid-murid Yesus sedang mengagumi kemegahan Bait Allah 2000 tahun yang lalu, Yesus menyatakan kepada mereka bahwa Bait Allah itu akan diruntuhkan. Murid-murid-Nya memahami bahwa jikalau Bait Allah diruntuhkan, maka itu bukanlah peristiwa biasa, hal itu bisa terjadi bukan karena perbuatan manusia ataupun alam.

Tidak ada satupun unsur-unsur dunia ini dapat menghancurkan Bait Allah yang Allah sendiri perintahkan untuk mendirikannya bahkan Ia sendiri hadir di dalamnya.

Itu sebabnya murid-murid Yesus berkata kepada-Nya : “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan zaman?”

Mereka sangat ingin mengetahui kapankah Bait Allah akan runtuh, karena hal tersebut sangat berarti bagi mereka, selain merupakan kehadiran Yesus yang akan meruntuhkannya hal itu juga merupakan berakhirnya zaman perjanjian lama.

Peristiwa keruntuhan Bait Allah yang pernah dibangun raja Salomo, meninggalkan duka dan ingatan yang dalam bagi bangsa Israel. Tidak sedikit orang Israel yang mati dan bahkan ditawan bangsa tak bersunat ketika peristiwa tersebut terjadi. Tentu saja hal ini sangat membekas di dalam hati bangsa Israel, sebab para nabi menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hukuman Allah atas kedegilan hati bangsa tersebut.

Sekembalinya bangsa Israel dari pembuangan, Allah kembali memerintahkan pembangunan Bait Allah, yang dikerjakan oleh nabi dan orang pilihan-Nya. Kurang lebih 500 tahun kemudian, Bait Allah tersebut kembali di renovasi oleh Herodes hingga menjadi bangunan yang sangat megah.

Namun ketika murid-murid Yesus sedang mengagumi kemegahannya, justru Yesus menyatakan bahwa bangunan itu akan diruntuhkan. Ia bahkan memberikan indikator-indikator yang jelas sekali dan yang akan dialami oleh murid-murid-Nya menjelang keruntuhan tersebut.

Mereka akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Mereka akan diserahkan supaya disiksa, dan akan dibunuh serta akan dibenci semua bangsa oleh karena nama Yesus dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Mereka juga akan melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel.

Pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai masa itu dan yang tidak akan terjadi lagi. Sesudah siksaan pada masa itu, akan tampak tanda Anak Manusia di langit datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Apa yang saya katakan ini, tertulis jelas dan dapat anda baca dalam Mat 24:1-32

Dalam ayat berikutnya, Yesus bahkan dengan tegas menekankan bahwa


Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. – Matius 24:33


Siapakah “kamu” yang kepadanya Yesus sedang berbicara? Merekalah murid-murid Yesus. Merekalah yang akan melihat semua indikator-indikator yang Yesus katakan. Dan kalau mereka sudah melihat semua itu, maka hal itu berarti waktunya, waktu apa? Waktu keruntuhan Bait Allah, waktu kedatangan Yesus, waktu kesudahan akhir zaman. SUDAH DEKAT. Bahkan SUDAH DIAMBANG PINTU.

Ini adalah perkataan Tuhan Yesus. Seperti yang kita bahas diatas, jikalau kita adalah seorang yang percaya akan Firman Allah, maka kita tidak akan MERUBAH perkataan Yesus “sudah dekat” menjadi “masih lama” tetapi yang akan kita lakukan adalah memeriksa kebenaran perkataan Yesus tersebut, apakah memang terjadi pada murid-murid-Nya, dan apakah memang Bait Allah benar-benar runtuh? Seperti yang dikatakan-Nya.

Yesus bukan hanya menekankan waktunya SUDAH DEKAT, tetapi kembali di dalam ayat berikutnya, ayat 34, Yesus menegaskan :


“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum SEMUANYA ini terjadi.” – Mat 24:34


Generasi Yesus dan murid-murid-Nya sudah berlalu 2000 tahun yang lalu, tentu saja semua indikator-indikator yang Yesus katakan SUDAH TERJADI 2000 tahun yang lalu bersama dengan generasi mereka.

Jadi jelas, baik kedatangan Yesus maupun kesudahan zaman akan dialami oleh murid-murid Yesus pada masa dimana ada diantara mereka yang masih hidup (sebelum generasi mereka berakhir); bukan dialami oleh orang-orang lain yang hidup ribuan tahun kemudian di masa sekarang ini.

Sebab sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus, bahwa hal-hal tersebut HARUS terjadi pada generasi di masa murid-murid Yesus hidup pada 2000 tahun yang lalu.

Tentu saja apa yang dikatakan Yesus, demikian pula yang diberitakan oleh para rasul-rasul. Kalau Yesus misalnya salah mengatakan “Sudah Dekat” maka tentu saja murid-murid-Nya akan mengoreksinya. Tetapi kalau murid-murid Yesus juga mengatakan hal yang sama, maka kita mendapat kepastian bahwa apa yang Yesus katakan, itu pula yang didengar oleh murid-muridnya. Coba lihat apa yang dikatakan oleh Rasul Yakobus.


Yakobus 5: 7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan SUDAH DEKAT


Demikian pula dalam pemberitaan Rasul Paulus maupun rasul Petrus, merekapun sering memperingatkan jemaat akan waktu kedatangan Yesus yang sudah dekat ini.

Melalui wahyu yang disampaikan kepada Rasul Yohanespun Allah memperingatkan jemaat-Nya bahwa Ia datang SEGERA.


Wahyu 22: 20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!


Kurang lebih empat puluh tahun setelah percakapan antara Yesus dengan murid-murid-Nya, terjadilah apa yang telah Yesus katakan itu. Yerusalem dihancurkan oleh bangsa Roma, demikian pula Bait Allah yang begitu megah di luluh-lantahkan rata dengan tanah hingga segenap kemegahannya sirna begitu rupa.  Hal ini tepat sebagaimana yang Yesus katakan


“Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” – Mat 24:2


Ini merupakan penggenapan atas jawaban terhadap pertanyaan murid-murid Yesus : “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”

Kini. Bait Allah SUDAH runtuh. Perkataan Yesus SUDAH tergenapi.

Tentu saja kita tidak mungkin meragukan apa yang telah Yesus katakan. Sebab kalau Bait Allah yang begitu megah diruntuhkan, maka seiring dengan hal itu juga merupakan tanda kedatangan-Nya dan tanda kesudahan zaman.

Tuhan Berkati – Kebenaran Yang Memerdekakan. Dengarkan

For further discussion, please send message to Admin

kalau diperlukan diskusi, silahkan email ke Admin

 

Kebangkitan Tubuh atau Kebangkitan tahun 70 AD? Himeneus?

By | Eskatology | No Comments

Dalam banyak kesempatan, ketika para rasul mengkhotbahkan salib, mereka tidak hanya menceritakan kisah penyaliban. Mereka mengkhotbahkan realitas kematian orang percaya dengan Kristus, penghakiman terhadap semua manusia keturunan Adam dan ciptaannya, penguburan kita dengan Dia, Penyingkiran; baik manusia pertama, perjanjian pertama, maupun ciptaan pertama.

Salib kemudian menjadi Kenyataan kekal dan kenyataan saat ini, dimana kematian itu, kematian Kristus, sekarang bekerja di dalam kita.

Demikian pula dengan Kebangkitan. Kebangkitan tidak pernah diproklamirkan sebagai sebuah event. Kebangkitan bukanlah sesuatu yang hanya para rasul ceritakan. Justru sebaliknya, Kebangkitan adalah Pribadi KRISTUS yang keluar dari antara orang mati.

Jadi kebangkitan adalah kehidupan yang keluar dari kematian. Kebangkitan adalah Kristus yang menjadi kehidupan kita. Kebangkitan adalah hidup Kristus yang ada di dalam kita.

Dan ada banyak hal yang bisa kita katakan tentang itu, karena kita tahu bahwa Kebangkitan adalah penggenapan dari semua yang dijanjikan Allah kepada Israel Perjanjian Lama.

Tapi sayangnya, ketika Kebangkitan datang, banyak orang tidak memahami Realitas dan Natur dari kehidupan Kebangkitan ini. Mereka mencari sesuatu melalui event-event di dalam di dunia dan gagal melihat substansi dari Kebangkitan adalah Roh dan kebenaran. Mereka mencari seorang Mesias yang akan memperbaiki hidup mereka, tapi tidak menjadi kehidupan mereka. Mereka mencari Kebangkitan menurut dunia dan sampai mereka mati Kebangkitan tidak pernah menjadi kenyataan bagi mereka.

Begitu banyak orang percaya tidak memiliki pemahaman yang nyata tentang apa sebenarnya Kebangkitan itu. Sehingga, mereka tidak benar-benar mengerti apa Kehidupan itu.

Ada yang membatasi kebangkitan itu terjadi pada tahun 70 AD, di dalam event dunia ini, seiring dengan hancurnya Bait Allah dan ada pula yang menawarkan kebangkitan itu sebagai Kebangkitan Daging, sebagaimana yang di deklarasikan melalui Pengakuan Iman Rasuli, serta menjadi harapan sebagian besar orang beragama Kristen.

Mereka gagal melihat bahwa substansi Kebangkitan itu adalah Pribadi Kristus dan bukan event-event dalam dunia ini dan juga tidak ditentukan oleh bangkitnya mayat-mayat yang sudah dikuburkan.

Dengan mudah kita bisa mendapati bahwa istilah Kebangkitan Daging ataupun Kebangkitan Tubuh tidak pernah ada dalam tulisan-tulisan orang kudus di dalam Alkitab. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa Kebangkitan daging tidak pernah menjadi ekspresi pikiran para Nabi maupun para Rasul, serta juga tidak pernah menjadi kesaksian Injil di dalam pemberitaan Rancangan Allah, tetapi merupakan kesimpulan yang manusia asumsikan.

Dan segala usaha untuk menjadikan kebangkitan daging sebagai pengakuan iman Kristen hanyalah merupakan usaha untuk mempertahankan natur Adam yang sudah disingkirkan Allah.

Di sisi lain, dengan menyatakan tahun 70 AD sebagai “tahun Kebangkitan”, merupakan usaha manusia membatasi hal-hal yang kekal kepada manifestasinya di dalam dunia ini. Hal itu memperlihatkan bahwa apa yang mereka sebut Roh itu justru adalah hal-hal yang dinilai menurut perjalanan sejarah belaka.

Pertentangan rasul Paulus terhadap ajaran Himeneus, menjadi ajang adu kehebatan pengetahuan antara penganut Kebangkitan 70 AD dengan mereka yang mengharapkan mayatnya dihidupkan kembali.

Mereka mengajarkan bahwa perkataan rasul Paulus dalam ayat 2 Tim 2:18 itu mengindikasikan bahwa pada saat itu kebangkitan BELUM terjadi, karena rasul Paulus masih menantikan kebangkitan daging, dan ada juga yang mengatakan karena surat kepada Timotius di tulis sekitar tahun 60an, maka tentu saja kebangkitan belum terjadi karena rasul Paulus masih menantikan kebangkitan yang akan terjadi tahun 70.

Apakah hal tersebut betul?, Mari kita lihat :

Kalau kita telusuri dalam 2 Tim 2 ini, TIDAK ada kata Kebangkitan Tubuh maupun hal-hal yang mengarah kepada Kebangkitan pada tahun 70 AD. Konteks 2 Tim 2 ini merupakan wejangan rasul Paulus kepada Timotius supaya:

2 Tim2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Rasul Paulus juga menyinggung bahwa ia memberitakan mengenai Kebangkitan Yesus Kristus.

2 Tim 2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Lalu ia menasehatkan Timotius untuk

2 Tim 2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

Kata “telah berlangsung” pada ayat 18 ini diterjemahkan menjadi PAST ALREADY (bentuk lampau) oleh KJV

2 Tim 2:18 Who concerning the truth have erred, saying that the resurrection is past already; and overthrow the faith of some.

Dan oleh LAI dalam Terjemahan Lama (ITL) : diterjemahkan menjadi SUDAH LALU

2 Tim 2:18 yang sudah tersesat daripada hal yang benar itu, serta mengatakan bahwa kebangkitan itu sudah lalu, maka ada beberapa orang yang terbalik imannya.

Hingga terlihat jelas bahwa Himeneus mengajarkan Kebangkitan SUDAH BERLALU (PAST ALREADY), dan rasul Paulus mengatakan bahwa hal itu merusak iman.

Apakah dengan demikian itu berarti rasul Paulus mengatakan bahwa Kebangkitan BELUM TERJADI karena saat itu belum ada mayat-mayat yang bangkit maupun kuburan-kuburan yang terbuka ? serta belum tahun 70?

Dari 2 Tim 2 ini kita bisa melihat bahwa walaupun rasul Paulus menentang ajaran Himeneus yang mengatakan bahwa Kebangkitan sudah berlalu, namun rasul Paulus tidak mengatakan (dan juga tidak bermaksud) mengatakan bahwa kebangkitan BELUM berlangsung.

Karena jelas dari surat-suratnya kepada jemaat-jemaat, rasul Paulus menyatakan bahwa orang percaya SUDAH dibangkitkan. Dengan kata lain, bagi rasul Paulus pun, kebangkitan sudah berlangsung. Dan ia mengaitkan kebangkitan itu dengan kehidupan yang baru di dalam Kristus yang telah diberikan kepada orang percaya. Itu pula yang ia inginkan diberitakan oleh Timotius, serta mempercayakannya kepada orang yang dapat dipercayai.
Perhatikan ayat-ayat berikut ini yang di tulisnya SEBELUM tahun 70AD.

Kol 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu TURUT dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang TELAH membangkitkan Dia dari orang mati.
13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, TELAH dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita

Kol 3:1 Karena itu, kalau kamu DIBANGKITKAN bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3 Sebab kamu TELAH mati dan HIDUPMU tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Efe 2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5 TELAH menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
6 dan di dalam Kristus Yesus Ia TELAH membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Jikalau rasul Paulus mengajarkan jemaat-jemaat bahwa akan ada Kebangkitan Tubuh, dimana kuburan-kuburan akan terbuka dan mayat-mayat orang percaya akan bangkit, apakah orang-orang percaya dimasa itu akan mudah disesatkan oleh Himeneus yang berkata bahwa kebangkitan SUDAH BERLALU?

Bukankah mereka juga akan dengan mudah mengatakan kepada Himeneus… “Hei Himeneus, buka matamu… pandang sekelilingmu.. bukankah kuburan-kuburan belum terbuka? Kami juga tidak melihat orang saleh yang minggu lalu dibunuh Nero, bangkit kembali?”

Jikalau ada orang yang datang kepada anda yang percaya Kebangkitan Tubuh dan tidak mudah untuk meyakinkan anda bahwa Kebangkitan Daging SUDAH BERLALU, hanya karena anda melihat belum ada kuburan yang terbuka, apakah hal itu berbeda dengan mereka yang hidup 2000 tahun yang lalu?

Mungkinkah mereka dengan mudah disesatkan Himeneus? Apakah kita yang sekarang lebih pintar menganalisa kuburan yang terbuka?

Jawabannya tentu saja : TIDAK.. karena, jikalau kita tidak mudah disesatkan karena dengan mudah kita bisa melihat kuburan-kuburan belum terbuka, maka begitu juga halnya dengan mereka… terlebih lagi, mereka juga memiliki rasul-rasul yang masih hidup dimasa itu yang memberitakan hal yang sebenarnya akan kebangkitan.

Sedangkan bagi mereka yang menyatakan bahwa rasul Paulus mengajarkan kebangkitan terjadi tahun 70, ada baiknya melihat kembali tulisan-tulisan rasul Paulus kepada jemaat yang jelas-jelas mengatakan bahwa mereka SUDAH dibangkitkan bersama Kristus 30 tahun sebelum surat kepada Timotius ditulis.

Dari tulisan2nya kepada jemaat terlihat Jelas bahwa bagi rasul Paulus, Kebangkitan itu adalah Kristus, dan karena Kristus sudah dibangkitkan, maka orang percayapun mendapatkan bagian dalam Kebangkitan Kristus itu. Mereka yang sudah dibangkitkan itu walaupun berada di dalam tubuh jasmani, tetapi telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

Sekali lagi, bagi rasul Paulus kebangkitan itu bukanlah kebangkitan daging, melainkan Kristus, dan itulah injil yang diberitakannya. Kebangkitan itupun SUDAH terjadi melalui Kebangkitan Yesus tanpa harus menantikan tahun 70 dan SEDANG berlangsung disaat itu hingga sekarang sebab kebangkitan merupakan realita kehidupan orang percaya.

Kalau rasul Paulus mengajarkan Kebangkitan sudah terjadi, lalu mengapa ia juga menentang Himeneus yang mengajarkan kebangkitan sudah berlalu. Saya percaya pembaca dapat membedakan perkataan “sudah berlangsung dan tetap berlangsung” yang merupakan pemberitaan kebangkitan rasul Paulus, dengan perkataan “sudah berlalu” (past already) yang diberitakan Himeneus.

Hal ini sama seperti keselamatan, yang sering dikatakan rasul Paulus, sudah dimiliki orang percaya ketika mereka percaya. Namun di sisi lain, rasul Paulus juga menekankan agar orang percaya mengerjakan keselamatannya. Tentu saja ia tidak maksudkan bahwa mereka belum memiliki keselamatan. Tetapi, keselamatan sudah mereka milik serta berlangsung terus sebagai kehidupan mereka.

Lalu bagaimana dengan Tuhan Yesus? Apakah yang dikatakannya tentang Kebangkitan?

Jelas Yesus tidak menaruh kebangkitan itu pada sebuah event sejarah (event tahun 70) ataupun kepada suatu jenis tubuh yang akan bangkit di akhir zaman (kebangkitan tubuh), akan tetapi YESUS mengarahkan Kebangkitan itu langsung kepada Pribadi-Nya sendiri. Dan setiap orang yang menerima DIA, menerima kebangkitan dari antara orang mati; sebab sesungguhnya mereka sudah dipindahkan dari kematian kepada hidup yang kekal.

Dan semua itu sudah berlangsung sejak kebangkitan Yesus, dan tetap berlangsung sepanjang zaman baru ini bagi orang2 yang menerima Dia dan tinggal di dalam Kristus.

Yoh 11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup;barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.Percayakah engkau akan hal ini?”

Tuhan Berkati – Kebenaran Yang Memerdekakan

If further discussion is needed please send message to Admin

kalau diperlukan diskusi, silahkan email ke Admin

 

Langit dan Bumi Berlalu

By | Eskatology | No Comments

424197_373098572714614_100000434248041_1261646_662230271_n (1)Matius 5:18 (TB) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Apa yang dimaksud dengan langit dan bumi disini?

Sebab kalau langit dan bumi belum lenyap maka hukum Taurat masih berlaku.

Bila langit dan bumi lenyap berarti kiamat, tetapi kiamat belum terjadi saat ini dan kita sama-2 mengetahui/mengakui bahwa Hukum Taurat sudah di genapi dan kita tidak berada di bawah Hukum taurat.

Pilihannya ada dua :
1. Kalau dikatakan langit dan bumi belum lenyap maka kita tetap berada di bawah Hukum Taurat.
2. Kalau mengatakan tidak berada di bawah Hukum Taurat berarti langit dan bumi sudah berlalu.

Sepakat kita mengatakan bahwa langit dan bumi yang sudah berlalu berarti ada suatu dunia yang berakhir, sehingga kita tidak berada di bawah Hukum Taurat.

DUNIA YANG MANA?

Langit dan bumi berlalu dalam Alkitab merupakan berakhir nya suatu zaman dan sering disebut zaman akhir / Akhir Zaman
Akhir Zaman yang dimaksud Alkitab bukan kiamat/berakhirnya dunia yang sekarang kita diami/tinggali.

Kita lihat Ayat-2 berikut ini :

1 Petrus 1:20 (TB) Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi — karena kamu — Ia baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

ZAMAN AKHIR DISINI MENYATAKAN KEDATANGAN YESUS 2000 TH YG LALU.

Ibrani 1:2 (TB) maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

WAKTU YESUS DATANG ITULAH DISEBUT ZAMAN AKHIR

1 Korintus 10:11 (TB) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

ZAMAN AKHIR TELAH TIBA SAAT-2 RASUL PAULUS MENULIS AYAT DI ATAS.

INI ISTILAH AKHIR ZAMAN MENURUT ALKITAB BUKAN AKHIR ZAMAN /KIAMAT AKHIR DUNIA YG DI BICARAKAN KEPERCAYAAN /AGAMA LAIN.

AKHIR ZAMAN MENURUT ALKITAB ADALAH : BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN/KERAJAAN ALLAH DI ISRAEL DENGAN TANDA KEHANCURAN BAIT ALLAH YANG DINUBUATKAN OLEH YESUS (BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN/KERAJAAN ALLAH ATAS ISRAEL ).
KEMUDIAN KERAJAAN ALLAH DIBERIKAN KEPADA BANGSA-2 LAIN.

Matius 21:43 (TB) Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

PEMERINTAHAN ALLAH /KERAJAAN ALLAH ATAS BANGSA LAIN DI LUAR ISRAEL ITU LAH YANG MENANDAKAN LANGIT DAN BUMI YANG BERLALU, DAN HUKUM TAURAT TIDAK BERLAKU BAGI BANGSA LAIN YANG DI DALAM KRISTUS.

Matius 5:18 (TB) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

LANGIT DAN BUMI ISRAEL DIMANA ALLAH MEMERINTAH MELALUI/SARANA BAIT ALLAH SUDAH BERLALU DAN SEKARANG ALLAH MEMERINTAH DALAM DIRI ORANG PERCAYA YANG DI SEBUT BAITNYA.

1 Korintus 6:19 (TB) Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu.

2 Korintus 6:16 (TB) Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.

 

~SS~

Sudahkah Rumah itu Tersedia Bagi Kita dan Sudahkah Kita Tinggal Di Dalamnya

By | Eskatology | No Comments
rumah bapa kebenaran memerdekakan

Father’s house

Yohanes 14:2-3 (TB) Di rumah Bapa-Ku Banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Rumah Bapa yang Yesus katakan dimana Dia akan pergi dan banyak tempat tinggal di sana. Yesus pergi kesana dan akan kembali bila rumah itu selesai untuk membawa kita dan berdiam bersama-Nya selamanya.

Apakah begitu lamanya Yesus mempersiapkan rumah (di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal) untuk kita dan tidak selesai-2 rumah yg di siapkannya itu sampai sekarang, sudah 2000 tahun janji-Nya itu, atau kita salah dalam mengartikan apa yang Yesus maksudkan dengan kata di rumah Bapa-Ku dan juga salah mengartikan RUMAH BAPA

Sebelum Yesus mengatakan dalam ayat di atas, dalam suatu peristiwa, Dia pernah mengatakan : Rombak bait Allah ini dan Aku akan membangun/mendirikannya dalam tiga hari.

Yohanes 2:19, 21 (TB) Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Hal ini terjadi saat Yesus mengusir pedagang-2 yang ada di Bait Suci.

Dalam ayat ini dikatakan bahwa Bait Allah/ RUMAH ALLAH yang dimaksudkannya itu adalah tubuh-Nya sendiri.
Kalau Bait Allah itu tubuhnya sendiri, maka hal itu mengacu pada waktu tiga hari dimana Dia mengalamI kematian dan kebangkitan-Nya yang terjadi dalam tiga hari.

Kebangkitan-Nya itu merujuk kepada Bait Allah yang Rohani dan bukan bangunan secara phisik yang dapat dilihat oleh mata tetapi dengan iman, dan juga bukan mengarah kepada bangunan Bait Allah yang dihancurkan pada tahun 70 AD dan Yesus akan membangun/mendirikan kembali. Berarti Rumah Bapa/ Allah yang Yesus maksudkan disini adalah tubuh-Nya sendiri.

Pada saat Yesus mengatakan Dia akan pergi dan menyediakan tempat bagi kita dan membawa kita ke Rumah Bapa-Nya.

Apa yang di maksud dengan pernyataan Rumah Bapa dimana Dia pergi utk menyediakan tempat untuk kita dan bila sudah selesai akan kembali ke pada murid-2 Nya ?

TubuhNya adalah Rumah Bapa/Bait Allah, setelah kebangkitan-Nya, Dia datang dan menampakkan diri kepada murid-2 Nya dan orang banyak. Saat Dia hadir kembali/bangkit setelah kematian, Dia datang kembali dan Rumah itu sudah selesai di kerjakanNya yaitu tubuhNya sendiri yang secara rohani adalah Bait Allah/Rumah Allah, dimana orang percaya tinggal di DALAMNYA.

ORANG PERCAYA YANG TINGGAL DALAN KRISTUS INILAH YG SUDAH MENEMPATI/TINGGAL DALAM RUMAH ALLAH/BAIT ALLAH/TUBUH KRISTUS.

Orang yg beriman ke pada-Nya berada di dalam Kristus ( dalam Bait Allah / Tubuh-Nya) saat kita menjadi ciptaan baru/di Dalam Kristus yang dilahirkan dari air dan Roh ( Di dalam Kristus kamu adalah ciptaan baru ).
Sekarang ini kita sudah berada di Rumah Bapa/dalam Kristus/Bait Allah dan sudah tinggal di dalam rumah tersebut.

Kalau Yesus disebut yang sulung bangkit dari antara orang mati.

Kita pun yang sudah di lahir kan kembali melalui kematian dan kebangkitan Kristus, maka kita memperoleh hidup yang baru, karena kita dahulu mati dan sekarang kita di hidupkan bersama dengan Kristus/bangkit bersama kristus dimana Kristus yang sulung dan kita yang percaya kepada-Nya juga hidup dan hidup kita yang baru ini bukan hidup dengan manusia yang lama lagi tetapi menjadi manusia yang baru dan tinggal di Rumah Bapa ( bisa juga sudah bersama dengan Bapa / Kristus di sorga walaupun jasmani kita masih berada di dunia.

Saat Yesus bangkit ( yang sulung bangkit dari antara orang mati) tubuhNya adalah Bait Allah/Rumah Allah, sedangkan kita orang percaya juga di katakan : Tidak tahukah kamu bagwa tubuhmu adalah Bait Allah dan Roh Allah tinggal/diam di dalamnya.

1 Korintus 3:16 (TB) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Disini kita melihat, bahwa bukan hanya kita/orang percaya yang tinggal dalam Kristus/Bait Allah/Rumah Allah; tetapi Roh Allah juga tinggal dalam kita.

Kita disebut Bait Allah karena yang Sulung sudah bangkit dan mengenakan tubuh yang baru/ Bait Allah maka kita yang bangkit bersama Kristus pun mengenakan tubuh yang baru yaitu bait Allah / kemah yang Baru/kemah Allah /Kemah Abadi.

Yesus mengatakan di mana Aku berada, kamupun berada. Apa yg Kristus katakan sudah di genapi-Nya dan sekarang kita selalu bersama dengan Dia.

Jika tubuh kita di sebut Bait Allah dan Roh Allah tinggal di dalamnya.

Maka terjadi sudah yang di katakan :
TINGGALLAH DI DALAM KU DAN AKU DI DALAMMU MAKA KAMU AKAN BERBUAH DAN DI LUAR AKU KAMU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-2.

Yohanes 14:20 (TB) Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Yohanes 15:5 (TB) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Hidup inilah yang Yesus inginkan terjadi dalam kehidupan orang percaya, dan semua itu sudah terjadi dan dapat dilihat/dimengerti di dalam iman bagi yang percaya.

Orang percaya akan berbuah banyak dan hal tersebut dapat terjadi jika KITA TINGGAL DI DALAM DIA ( BAIT ALLAH/RUMAH ALLAH ) DAN DIA TINGGAL DALAM KITA, KARENA KITA BAITNYA.

~SS~